Oleh: Ari Vito | 10 April 2009

Ari Vito Libatkan Musikus Ternama

BUDAYA Rabu, 16 Februari 2005

sm

http://www.suaramerdeka.com/harian/0502/16/bud4.htm

JAKARTA – Menggarap sebuah album yang baik dan sukses adalah sama sulitnya dengan membangun dan menyukseskan laju sebuah perusahaan. Menyadari tidak mudahnya menyukseskan sebuah album inilah, Ari Vito ”merekrut” sejumlah musisi ternama di Indonesia untuk menggarap album perdananya, Aku Masih Aku.

Sederet musikus Indonesia yang telah makan asam garam di industri rekaman seperti Ahmad Dhani, Deddy Dukun, Bagoes AA, Mus Mujiono, Dodo Zakaria, Dian Pramana Putra, Eddy Kemput, dan Henry Lamiri, secara keroyokan, hampir dua tahun ikut mematangkan album Ari Vito.

Bahkan, untuk menambah kepercayaan dirinya, pemilik nama asli Ari Sidarto ini melibatkan Bebi Romeo sebagai music director. Dan hasilnya, sepuluh tembang yang ia kategorikan beraliran pop komunikatif diluncurkan di Kemang, Jakarta, kemarin.

Tidak berhenti pada kesungguhan penggarapan lagu, mantan promotor tour ”Mistikus Cinta” Dewa ini bahkan telah merampungkan tiga video klip. Dengan melibatkan Eko Kristianto, salah seorang sutradara dari Rexinema, tiga video klip yang pengambilan gambarnya menggunkan kamera 16 mm (standar film) siap memanjakan mata penikmatnya.

Sudah cukupkah ikhtiar Ari untuk mensejajarkan namanya di blantika musik Indonesia? Semudah itukah ia mengorbitkan namanya, dari seorang yang tidak mempunyai track record di dunia tarik suara ke deretan penyanyi mapan?

”Memang, 15 tahun ke belakang, saya tidak pernah berpikiran untuk menjadi seorang penyanyi,” ujar Ari yang paruh baya, dan mengaku berprofesi sebagai seorang pengusaha ini.

Namun, dia menambahkan, setelah memantapkan keyakinannya dan banyak berhubungan secara kontinyu dengan para musikus Indonesia ternama, ia mempunyai keyakinan dapat turut memarakkan perkembangan musik Indonesia.

Karakter Suara
”Secara personalitas, Ari yang telah mempunyai karakter suara yang khas ini ber semangat tinggi untuk mewujudkan kesempurnaan albumnya. Sehingga tidak sulit untuk mengarahkannya dalam membawakan lagu-lagu dalam album ini,” kata Bebi Romeo, yang dikenal lewat tembang ”Bunga Terakhir” ini.

Menurut Bebi, warna vokal, kekuatan lirik dan kualitas lagu bukan satu-satunya faktor yang membuat sebuah tembang
sukses. ”Namun, harus menyisakan sebuah ruang komunikasi kepada pendengarnya. Dan Ari mampu menciptkan ruangan itu (di lagunya)”.

Cukupkah ruangan yang diciptakan oleh Ari dalam lagu-lagunya seperti ”Disini”, ”Aku Masih Aku”, ”Hati Ini”, dan beberapa judul lainnya, menghantarkannya ke pintu sukses?

”Potensi itu yang menentukan pasar,” jawab Ahmad Dhani dengan tegas.

Tampaknya yang diucapkan dedengkot grup musik Dewa ini memang benar adanya. Sebab, tidak ada yang pernah dapat benar-benar menebak kemauan dan selera pasar. Tidak juga seorang pengusaha, yang cukup mempunyai kekuatan finansial untuk ‘menggaet musisi ternama Indonesia sekali pun. (G20-63)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: