Oleh: Ari Vito | 10 April 2009

Ari Vito Wujudkan Obsesi Lama

Senin, 21 Februari 2005

sh

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0502/21/hib05.html

JAKARTA—Satu lagi pebisnis yang memasuki industri musik setelah Setiawan Djody, Peter F Gontha dan Sugeng Sarjadi. Namanya, Ari Vito! Pria bernama lahir Ari Sidarto ini telah merealisasikan album perdana bertajuk Aku Masih Aku… dengan melibatkan sejumlah pemusik profesional yakni Ahmad Dhani, Bebi ”Romeo”, Mus Mudjiono, Deddy Dhukun, Bagoes AA, Dodo Zakaria dan Dian Pramana Poetra.

Langkah pertama Ari Vito itu pantas disebut sebagai perwujudan dari obsesi lama. Bisa dibilang begitu, karena sejak bocah Ari sudah doyan berseni suara. Di masa sekolah dasar, ayah satu anak ini pernah meraih juara lomba menyanyi. Hobi bermanfaat tersebut terus berlanjut sampai saat SMP dan SMA. Ketika menjalaninya, bahkan ia rela menjadi pengamen.

Di bagian lain, sebagai seorang pekerja keras dia memulai kariernya menjadi asisten koki di salah satu hotel berbintang tiga di kota kelahirannya, Yogyakarta. Kemudian ia beralih profesi sebagai salesman di sebuah perusahaan multinasional, sampai Ari malah menjadi direkturnya.

Begitulah, saat sudah menjadi direktur, Ari lalu merintis karier selaku pengusaha restoran, sambil bergabung dalam
event organizer. ”Saat itu saya pernah menjajal mencari pengalaman sebagai promotor konser tur Dewa, Mistikus Cinta. “Sejak itulah saya kemudian mengenal Dhani, Deddy Dhukun dan Bebi,” kenangnya.

Bebi kini tercatat sebagai direktur musik untuk album debut Ari Vito, dan mengatakan album Aku Masih Aku… berwana pop komunikatif yang layak dikonsumsi oleh publik musik Indonesia.

”Intinya saya bangga dan suka sekali bisa membantu perkembangan musik Indonesia,” singgung Ari yang sama sekali tidak mempertimbangkan profit dari hasil penjualan Aku Masih Aku…

”Yang penting musik Indonesia bisa maju,” tukasnya.

”Jujur harus saya katakan, saya merasa terpanggil untuk membangkitkan musik Indonesia,” ditambahkan Ari.

Sambil berterus terang tentang isian Aku Masih Aku… yang mengandung pengalaman getir kehidupan cintanya, Ari sengaja menyediakan tiga lagu unggulan dan videoklipnya sekaligus melalui judul ”Disini”, ”Aku Masih Aku…” dan ”Cinta Diatas Cinta”. Konsep trilogi itu menyimpan alasan ada benang merahnya. ”Karena merupakan sebuah cerita,” ungkap Ari Vito. (jjs)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: