Oleh: Ari Vito | 10 April 2009

Ketika Merek Menjadi Pilihan

http://www.panasonic.co.id/Mitra/Mitra_EDISI_03-web.pdf

logo-panasonic

Barangkali jika ada mobil bermerek Panasonic ia akan mengutamakan membelinya dibanding merek lain. Kesukaan pada Panasonic membuatnya kerap kali mempengaruhi teman-teman atau saudaranya ketika hendak memutuskan membeli barang-barang elektronik. Bahkan, tak jarang ia beradu pendapat dengan temannya yang merasa ‘heran’ melihat isi rumahnya, sejauh mata memandang produk-produk Panasonic terpampang.

Ditanya apa jawabannya, kalau ada orang yang berusaha menjelek-jelekkan produk Panasonic? Dengan enteng, pria yang pernah menyabet penghargaan sebagai ‘the best area manager 1992’ di tempatnya bekerja dulu mengatakan bahwa orang itu pasti belum punya produk Panasonic. “Jangan menilai jelek dulu, jika Anda belum merasakan berbagai keunggulan yang melekat pada produk Panasonic,”kilahnya.

Pemilik nama lengkap, Ari Sidarto ini pun mengenang. Suatu hari, karena tugasnya sebagai Sales Director pada sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di industri makanan dengan produk-produk yang cukup terkenal, Ari menyusuri jalan-jalan di Los Angeles, Amerika Serikat, begitu kagum melihat tv plasma Panasonic yang dipakai sebagai penyaji informasi di sana. Pun ketika ia kembali ke hotel tempatnya menginap, beragam produk Panasonic terpampang di sana. Tak salah memang gumamnya, ia menggunakan produk Panasonic selama ini.

“Bayangkan negera adidaya itu saja menggunakan produk Panasonic,” cerita pria yang pada Februari 2005 lalu mengeluarkan album bertajuk ‘Aku Masih Aku’. Ari Vito yang saat merilis album perdananya ‘merekrut’ sejumlah musisi yang telah makan asam garam di industri rekaman seperti Ahmad Dhani, Bebi Romeo, Deddy Dukun, Bagoes AA, Mus Mujiono, Dodo Zakaria, Dian Pramana Putra, Eddy Kemput, dan Henry Lamiri, mengatakan selain citra Panasonic, kualitaslah yang menjadi alasan pertama kenapa ia menggunakan produk Panasonic.

Meski demikian, Ari yang juga pernah menjadi promotor tour ‘Mistikus Cinta’ Dewa ini mengaku untuk menunjang aktivitasnya yang kini sebagai motivator dan pengusaha, mengaku menggunakan laptop merek lain. “Saya tahu merek Panasonic ada, tapi sayang tidak masuk ke Indonesia,” tuturnya memberi alasan.

Para penggila merek Panasonic ini percaya, merek yang disenanginya punya ‘roh’ tersendiri yang ketika itu dipakai atau dipergunakan. Tentu saja Ari tak sendiri, di belantara kehidupan yang serba elektronik banyak dijumpai para
penggila merek. Mereka rela merogoh koceknya untuk sebuah merek yang mereka gandrungi.

Baginya merek menjadi pembeda suatu produk dari produk lainnya di belantara komoditas, sekaligus menegaskan persepsi kualitas (perceived quality)-nya. Tak heran, jika ada yang mengatakan produk adalah barang yang dihasilkan pabrik, sementara merek adalah sesuatu yang dicari pembeli. Pembeli itu, satu diantaranya adalah Ari Vito. (DeeS)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: